Archive for June, 2006

Check it out : Opini Gw Yang Masuk Koran Sindo 9 Juni 2006

Wednesday, June 14th, 2006

Hey, dimuat di Seputar Indonesia nih dibagian opini : Tanggal 9 Juni 2006, wish me luck another ya…! Thx

Quo Vadis Pajak Lingkungan ?

Menjelang hari lingkungan sedunia bulan depan ,sebuah posisi tawar baru dimiliki oleh para pejuang lingkungan Indonesia yang selama ini memperjuangkan nasib lingkungan hidup di Indonesia. Hal ini berupa dimunculkannya usulan pajak lingkungan. Usulan ini meliputi perusahaan manufaktur yang beromzet diatas Rp 300 juta setahun akan dikenakan pajak lingkungan sebesar 0,5 persen dari nilai omzetnya. Pajak yang dipungut ini kemudian akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dimasukkan kedalam pendapatan asli daerah (PAD). Pajak lingkungan ditujukan untuk membiayai proses perbaikan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas industri yang pada prosesnya mencemari lingkungan. Hal ini sangat disambut baik oleh pejuang lingkungan mengingat jarang sekali keluarnya undang-undang yang memihak lingkungan disebabkan pola pikir antroposentris para pembuat kebijakan di pemerintahan.

Latar belakang dimunculkannya usulan undang-undang ini oleh pemerintah pusat yaitu untuk menciptakan keseragaman instrumen pajak yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Melalui sebuah penelitian yang dilakukan JPIP diketahui bahwa sejak otonomi daerah diberlakukan, pemerintah daerah berlomba-lomba membuat peraturan daerah (perda) yang bertujuan menggelembungkan pendapatan asli daerah. Salah satu perda yang paling disorot itu adalah yang mengatur tentang pajak dan retribusi. Sejatinya, sesuai dengan UU 34 tahun 2000 tentang Pajak dan Retribusi Daerah hanya ada tujuh pajak yang bisa ditarik pemerintah kabupaten atau kota yaitu pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak pengambilan bahan galian golongan C, dan pajak parkir. Namun, UU ini ternyata juga memberi keluwesan bagi pemerintah daerah sehingga muncul pajak-pajak baru yang sangat spesifik dan seringkali beririsan dengan pajak yang sudah ada.

Semangat otonomi daerah yang menjadi  tantangan baru pelaksanaan pemerintahan bagi pemerintah daerah kerap menjadi salah arah dan kebablasan,  termasuk dalam hal kemampuan finansial daerah. Bentuknya antara lain bisa berupa pembebanan pajak yang melampaui batas. Sejatinya, daerah diharapkan menjadi kreatif dalam keindependenannya mengatur keuangan sendiri, semisal dengan cara menarik investasi sebanyak mungkin ataupun dengan eksplorasi sumber daya alam . Walaupun usaha yang dilakukan untuk ini harus sangat maksimal karena selain pemerintah daerah perlu menata ulang birokrasi investasi di daerahnya dan mempromosikan potensi daerahnya, ada faktor lesunya perekonomian nasional secara makro akibat high cost economy yang meliputi tingginya harga TDL, BBM, dan lain-lain.Alhasil, jalan mencari pendapatan daerah pun bertumpu pada intensifikasi dan ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah. Namun, pembebanan pajak kepada sektor produktif ini menyebabkan adanya tumpang tindih dengan cukai yang selama ini telah diterapkan. Pengusaha tentu akan menolak usulan pajak lingkungan ini. Selain karena bertentangan dengan semangat penanaman modal untuk investasi di Indonesia, adanya pajak lingkungan akan semakin mentahbiskan indonesia sebagai negara High Cost Economy , Stern (2002). Lantas, apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah ? Setidaknya ada beberapa fokus yang perlu dicermati oleh pemerintah :

Pertama, perlunya sinkronisasi kebijakan birokrasi. Pemerintah perlu memperhatikan bahwa mental aparat dan birokrasi-lah yang menjadi salah satu faktor penting dalam implementasi penerapan undang-undang yang baru ini. Sudah banyak undang-undang sebelumnya yang tidak efektif karena ada miskoordinasi antara pusat dan daerah. Pada akhirnya instrumen pajak lingkungan hendaknya diatur oleh pemerintah pusat agar sama di seluruh Indonesia sesuai dengan karakteristik lingkungan didaerah masing-masing. Keberadaan pajak lingkungan pun menjadi tidak tumpang tindih karena disemua tempat teratur. Walaupun wewewang dan kekuasaan telah dibagi antara pusat dengan daerah, namun konsep Keynesian untuk ‘memaksakan’ undang-undang masih perlu dilakukan oleh pemerintah pusat.Kedua, pematangan infrastruktur. Infrastruktur yang terutama meliputi listrik, transportasi, air dan telekomunikasi. Saat ini semarak diberitakan media mengenai kerusakan jalan semisal di sumatera yang ketiga jalur utama transportasi jalan darat rusak. Diperkirakan diperlukan setidaknya sekitar 170 milliar dollar AS dalam waktu 10 tahun (periode 2004-2014) untuk menangani pembangunan infrastruktur (Kadin). Dimana sumber dana berasal dari swasta (110 milliar dollar AS), pemerintah (41 milliar dollar AS) dan negara donor (19 milliar dollar AS). Hampir dapat dipastikan kalangan industri tidak akan protes dengan pajak yang diberikan asalkan infrastruktur sebagai syarat mutlak kelancaran usaha sudah terbangun dengan baik .

Ketiga, dibentuknya sebuah forum tripartit yang mempertemukan antara pihak Industri, pemerintah dan dengan pejuang lingkungan. Pemerintah berkepentingan untuk menyukseskan pajak lingkungan ini agar ada instrumen pendapatan bagi negara. Pihak Industri tentu ingin diyakinkan bahwa pajak lingkungan ini tidak akan tumpang tindih dalam pelaksanaannya dengan instrumen pajak dan retribusi lainnya. Pihak pejuang lingkungan pun ingin memastikan bahwa proses penarikan dan penyaluran pajak lingkungan ini berjalan ideal sesuai koridor yang ditetapkan. Serta, tidak terdapat mis-implementasi semisal pembayaran pajak lingkuangan yang diidentikkan dengan legitimasi bolehnya mencemari lingkungan asalkan sudah membayar pajak lingkungan. Dengan demikian dapat tercipta hubungan yang harmonis dan koordinatif dalam pembangunan Indonesia kedepan.Pada akhirnya usulan penerapan pajak lingkungan ini diharapkan bisa menjadi sebuah instrumen yang terintegrasi dalam iklim industri yang mengantar Indonesia berjaya dalam pembangunan nasional disegala bidang. Namun, seberapa jauh usaha dan iktikad baik pemerintah menjadi faktor paling kritis dalam mewujudkan semua itu.

Pidato Presiden Bush

Sunday, June 11th, 2006

Pidato presiden bush
Sifat : Rahasia
Waktu : Rahasia
Tempat : Rahasia

Ehm ehm…

Kepada yang terhormat Direktut CIA, FBI, Direktur Bank
Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil,
freeport, Bangkir2 Internasional, Dan semua yang telah
membantu kami membiayai perang irak, Afganistan, serta
menyebarluaskan kakuasaan Imperium global,
Direktur
media dan televisi CNN, ABC, NBC, yang telah membantu
propaganda kita, kami ucapkan terima kasih

Hari ini adalah hari yang sangat penting karena pada
hari ini saya akan melaporkan keadaan indonesia,
negeri yang mayoritas penduduknya islam, yang dulu
kita takuti itu, sekarang sama sekali tak berdaya di
hadapan kita.

Karena kini tak ada satupun yang perlu kita takutkan
dari negeri itu, laporan Intelejen mengatakan bahwa
tak ada satupun bahaya potensial yang akan menggangu
kepentingan kita di negeri itu.

Kita tidak perlu takut kepada angkatan bersenjata
mereka, karena senjata yang mereka gunakan adalah
kiriman dari negeri kita, lihatlah ketika kita
jatuhkan embargo senjata, tentara-tentara mereka
seperti maung ompong ha ha ha ha (penonton tertawa),
yang lebih lucu lagi kemarin presidennya sendiri yang
memelas pada kita untuk menghentikan embargo itu ha
haha. (penonton tertawa)..
kasihan-kasihan.

Tak perlu takut pada generasi mudanya, rupanya faham
materialisme, budaya konsumtif, hedonisme,
individualisme, yang kita ajarkan itu lewat
iklan-iklan kita, tayangan-tanyangan televisi kita,
film-film kita, propaganda-propaganda kita, sudah
tertanam pada hati dan pikiran sebagian besar dari
mereka, jangankan memikirkan negeri atau umatnya
lebih-lebih agamanya, kini mereka hanya memikirkan
kesenangan diri mereka sendiri, bayangkan saja Negara
semiskin itu penduduknya menempati urutan tertinggi
dalam urusan berbelanja baju ke Singapura, mengalahkan
jepang, australia, dan cina sekalipun. ha ha ha
(penonton tertawa ).

Tak perlu takut tentang pelajar-pelajarnya, karena
mahasiswa-mahasiswa terbaiknya selalu kita rekrut dan
kita pekerjakan di perusahaan-perusahaan minyak atau
tambang kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang
besarnya sama dengan loper koran di negeri kita ha ha
ha. ( penonton
tertawa ). Bayangkan orang-orang

terbaiknya hadirin.

Tak perlu takut kepada pemimpin politik dan
pejabatnya, karena sebagian besar dari mereka adalah
orang yang gila jabatan dan sangat mudah untuk di
suap, untuk uang dan jabatan, mereka bisa kita minta
untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita. ha ha
ha ha ( penonton tertawa ).

Hutang mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil
bisa mereka bayar, 22% APBN mereka habis untuk
membayar hutang kepada kita, sehingga mengurangi
anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan
pelayanan sosial mereka. Sehingga di negeri itu banyak
penduduknya yang kelaparan, miskin, sakit dan tak
mampu berobat, ini merupakan keuntungan bagi kita.
Karena semakin lama jika kondisi tidak berubah, maka
akan tercipta generasi yang lemah dari negeri itu.
Yang tidak akan mampu melawan kita, seperti yang
selama ini kita harapkan.

Kekayaan negeri mereka hampir semuanya kita
kuasai,
lebih dari 96 % ladang minyak mereka telah kita
miliki, tambang batu-bara, tembaga, emas, yang
beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik
kita. Lebih dari itu mimuman-minuman, makanan-makanan,
buku-buku, walau banyak yang ngopi, komputer-komputer,
software-soffware mereka, walau banyak yang ngebajak,
bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah
produksi perusahaan2 kita. ha ha ha (penonton
tertawa),

….Indonesia merupakan ladang dollar kita yang harus
tetap kita pertahankan bagaimanapun caranya, 200 juta
lebih penduduk negari itu merupakan konsumen bagi
produk-produk perusahaan kita.

Singkat kata Indonesia telah kalah dari kita baik dari
segi Ekonomi, militer, politik, budaya,Teknologi, dan
lain-lain dan lain-lain

Untuk menjaga agar kondisi ini tetap berlangsung, maka
saya sarankan agar lebih mengefektifkan promosi budaya
konsumtif dan hedonisme kepada mereka, kepada
agen-agen
CIA agar memecah belah umat islamnya,
tebarkan kecurigaan dan fitnah di antara mereka,biar
mereka terus berkelahi dan tidak punya waktu untuk
melawan Imperialisme kita, terus rekrut generasi muda
terbaiknya agar bekerja untuk perusahaan-perusahaan
kita, sehingga tidak akan banyak gerakan yang
menentang kita.

Sebelum mengakhiri pidato ini, saya ucapkan terima
kasih atas kerja sama yang luar biasa ini, kepada
seluruh pihak yang telah ikut serta membantu usaha
kita, perusahaan-perusahaan Multinasional, Televisi
dan Media masa, Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara
sekutu, Economic Hit Man, Mafia Berkeley, yang
terhormat
pejabat korup indonesia. Dan lain-lain, dan lain-lain.

Sekian dan terima kasih.

President USA
George W. Bush

NB; sifat sangat rahasia, boleh di buka kepada public
25 tahun yang akan datang.

Sumber : Rahasia juga…