The Sequel : Menjadi Apa Wanita Sesudah Menikah? (Karena Wanita Ingin di Mengerti :) )
Wednesday, July 26th, 2006Menanggapi beberapa komentar yang masuk pada postingan sebelumnya nih… i consider that this case is rather psychological than technical.. ada yang sependapat , ada yang engga.. mumpung anget dibahas lagi aja deh…
Ok, lets take a look at the whole picture.. kasus ekstrim yang pernah gw denger sejauh ini yaitu di negara Timur Tengah yang tidak membolehkan sama sekali kaum wanitanya untuk bekerja diluar rumah, bahkan untuk nyetir mobil ga boleh. Kasus ekstrim lainnya menurut gw yang terjadi di eropa, where the emancipation get a high place..perempuan diberikan kuota hingga 50 % ditempat kerja.
Negara timur tengah yang notabene penduduknya mayoritas islam, bukan tanpa alasan ngelarang para wanita ga boleh keluar rumah. Mereka menganggap bahwa wanita memiliki kedudukan yang tinggi dirumah (dalam islam), mereka menganggap bahwa keluarga dirumah adalah harta yang paling berharga sehingga sampai-sampai sang Ibu harus konsentrasi dirumah. Tapi alasan yang paling penting menurut gw adalah karena kaum lelaki disana pencemburu berat sama istrinya, ini ekses dari rasa cinta mereka… bisa ngebayangin dikit-dikit kan , orang yang pacaran aja banyak yang ngeluh kalo pasangannya posesif..
alasan untuk kaum wanita tidak bekerja diluar rumah semakin diperkuat dengan munculnya budaya baru di eropa yang menganut paham seks liberal, if u follow the history, tahun2 pasca perang dunia kedua terjadi revolusi seks besar2an yang cuma bisa diakhiri karena ada penyakit AIDS di awal tahun 70an. Kalo wanita bekerja diluar, potensi untuk "witing tresno jalaran seko kulino" alias cinta lokasi pasti besar lah, ini yang menyebabkan para suami takut istrinya bekerja diluar rumah..
(bersambung), musti masuk plant lagi nih (lagi KP), next time dilanjutin..