Archive for October, 2006

keluar dari “Bike 2 School”…

Wednesday, October 18th, 2006

Setelah hampir setahun , ber-’sepedabalap-26-inci’-ria ke kampus akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari Komunitas "Bike 2 School",maaf banget ya kawan-kawan uda ga kuat lagi: bawaannya cape banget kalo uda pulang. Komuter digantiin dengan another bike with machine, maafkan aku mother of Earth menambah kesesakanmu dari Polusi yang aku berikan dan kesimpulannya setelah naik motor :

1. Tekanan Sistol dan Diastol (Darah) naek, hmm belum diukur sih, tapi ini pasti ! dengan keadaan lalu lintas yang super duper crowded ga pernah ngebolehin narik napas dengan bener. Ada aja yang nyerempet,lupa nyalain lampu sen,belok tiba2.
2. Jerawat nambah banyak (oops).
3. Tidur ga senyenyak pas bawa sepeda.
4. di SMS mama mulu ga boleh boncengin perempuan (ha3.. ga ada hubungannya ya..)
5. bisa ke perpus pusat kapan aja (hooray,more time to read book)
6. ga tergantung ama bikun UI (maaf ya Pak Supir bikun, habisnya jadwalnya ga jelas sih)

well, all in all ga terlalu direkomendasiin bawa motor kalo jarak jauh..statistik menunjukkan 15 orang tiap hari meninggal karena kecelakaan motor :(
gawat……….

Euro Trip.,..

Wednesday, October 18th, 2006

Yang pernah nonton Eurotrip terutama yang versi uncensored,parah abis tu film (but this ain’t it ! he3..) ..pagi-pagi buta uda dibangunin ama Adda Wientzek, Host Mom Jerman gw. Sebenernya udah jam 6 pagi sih, tapi berhubung masih ada sisa-sisa Winter ,jam segitu cuacanya masih kaya jam 4 subuh. Anak-anak kelas 10 Realschuele disini (kelas 2 sma)  udah pada ngumpul di depan Bushaltestelle gymnasium( haltebis sekolah)..
Men, harusnya gw ngambil tempat duduk di bagian belakang bis, tapi gw malah ngambil tempat duduk didepan ,takut muntah :) , jadinya kaga bisa bersosialisasi..

jam 7 pagi pas kita baru jalan masih baru ngelewatin Schluchsee sama Bodensee , tempat pemberhentian pertama setelah ngelewatin Swiss(berangkatnya dari Bonndorf yang cuma satu jam dari border), nothing special on those lake but several yacht reveals that some richs live there…  Sepanjang jalan pemandangan negara CH ( Confederatio Helvetica) ini cukup indah, dengan bunga edelweiss dipajang di hampir setiap rumah, ga keliatan banget kalo setiap dari penduduk swiss ini adalah anggota wajib militer. Pertanian yang ada juga mayoritas adalah pertanian anggur dan buah olive, bukan coklat sebagaimana yang kita ketahui kebanyakan, emang gila ternyata swiss ini negara eksportir coklat terbesar.

Ibukota swiss adalah Bern, bukan Zurich seperti yang sering kita salah denger. Dan Zurich ini persis kaya Jakarta minus macet, uang tol dan polusi, dibawah jalan layangnya banyak juga grafiti bagus kaya dijakarta. Dan yang tipikal dari Swiss adalah terowongannya, negeri seribu terowongan adalah julukan yang boleh dikasih. Engga heran soalnya negeri ini berada di the famous alpen, dengan tiga bahasa itali, jerman dan prancis bikin negara ini makin unik. Kalo lewat terowongan yang rada panjang uda berasa malem hari aja…

Terowongan penutup perjalanan gw di Swiss  namanya Terowongan Gotthard, mirip nama mantannya Tyo Nugros. And it considered as the longest tunnel exist in the world, bayangin aja panjangya berkilo-kilometer ampe berasa  malem beneran aja lewat terowongan ini. Begitu keluar beberapa KM dari terowongan ini, pemukiman italia sudah menghampar dipegunungan, per favore segnorita ! indah banget :) dengan dinding batu bata berlantai 5 keatas, jemuran yang semrawut juga ada lo ternyata di itali, ga cuma dikita doang..

Lambang jalan tolnya nunjukin tulisan : Venezia 5 KM, nyobain dulu skitar sekilo melewati kota cinta-nya Italia ini. Perjalanan dilanjutin ke Turin, sempet mampir ke Delle Alpi, markasnya Juventus dan Torino. Sempet ngelewatin Roma dan Milan, sayangnya cuma buat sightseeing doang..padahal kotanya indah banget.. tapi pemberhentian selanjutnya di Florenz bukan keputusan yang engga baik juga.. damn,what a city, i cant simply explained how beautiful it was.. buat mutia ama nadine ga sia2 kalian milih italia lo… pengalaman magis dan indah yang ga bakal dilupain waktu menyusur jembatan Point Du Avec diatas sungai rheine..

tempat dimana perang salib pernah berlangsung juga tempat yang diyakini tempat pertemuan romeo dan juliet dan auranya emang kerasa (atau mencoba dirasa-rasain ?) , disana ketemu sama Andrea , si gadis pemberi makan burung merpati dan penjual tiket untuk naik perahu kecil mirip di Venesia (to be continued)..

Check This Out…

Monday, October 9th, 2006

WebSite FT : http://www.eng.ui.ac.id/?typ=pg&nam=info&sel=2&id=325

Think Twice About What You Called Happy Ending Is

Tuesday, October 3rd, 2006

Dari Postan Temen

–Penantian Panjang –

Demi kekasihnya yang sekarat, seorang wanita rela menjadi seekor kupu-kupu untuk menyelamatkan jiwanya. Penantiannya yang panjang justru membalikkan kisah cinta mereka menjadi kesedihan.

Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang pria dan wanita yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain.

Namun pada suatu hari, malang.. sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien.. beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang wanita menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-manggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun. Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari. Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si wanita telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan wanita yang setia dan teguh itu, lalu IA memutuskan memberikan kepada wanita itu sebuah pengecualian kepada dirinya.

Tuhan bertanya kepadanya: "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".

Si wanita tanpa ragu sedikitpun menjawab: "Ya".

Tuhan berkata: "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?".

Si wanita terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab: "saya bersedia!".

Hari telah terang. Si wanita telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang wanita pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang wanita telah pergi kemana.

Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat, terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang wanita yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.

Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang & hinggap di atas bahu sang lelaki. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri & mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.

Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang wanita cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang.

Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter wanita itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala dsb. Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa wanita itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yg pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang wanita lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi utk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan wanita itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat embusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu.

Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini. Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si wanita, mencium lembut wajah wanitanya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu. Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan wanita itu. Dalam gereja kecil telah di penuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. Ia mendengarkan sang kekasih yang berada di bawah berikrar di hadapan Tuhan dgn mengatakan: "saya bersedia menikah dengannya!". Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan wanita itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.

Dengan pedih hati, Tuhan menarik napas: "Apakah kamu menyesal?".

Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya: "Tidak".

Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan: "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri".

Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya: "Biarkanlah aku mjd kupu2 seumur hidup".

Ada beberapa kehilangan kerupakan takdir. Ada beberapa pertemuan adalah yang tidak akan berakhir selamanya. mencintai seseorang tidak mesti harus memiliki, namun memiliki seseorang maka harus baik-baik mencintainya.

Love has never felt so cold and vapid

Monday, October 2nd, 2006

Ich habe letzte woche ein huebsches Maedel (a.k.a Maedchen) getrifft, genau gesagt : gesehen . Das war die zweite mal, Ich habe auch ihn vor zwei wochen gesehen in KRL. Ehrlich sagen : ich als normale jung fuhlt warm hier drin !! (Hey, ein schoenes Madchen kann man nicht verpasst oder ?!!)he3…

Sie ist auch im Goethe Institut Deutsch Lernen, aber ich hatte keine Mut mit ihn etwas zu uberreden,
zum ungluck , sie hat noch ein Freund gehabt. So ein Pech! Tja, in  meine Halaqoh, das ist auch verboten mit eine Maedchen zusammen ge— (get along in englisch). Ween du moechtest dann gehts du sofort heiraten :)

Ach du gute Sose, es ist schwierig ein Jung zu sein in dieser Zeit..
Ich muss etwas machennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn!!!!