Klarifikasi:KarenaWanitaInginDimengerti
Sebelumnya mau minta maaf ya kalo terlihat rada defensif postingan ini, namanya aja klarifikasi. Tapi silahkan dibaca bahwa ini adalah bentuk defensif gw murni, sifatnya subjektif, adalah fitrah manusia berbuat defensif jika diserang.
Percaya gak. Hal yang kontroversial akan menarik minat banyak orang. Contohnya : pro dan kontra keberadaan UFO, hubungan asmara para selebriti, perdebatan antar agama dan lain-lain.Nah, ternyata ada juga judul blog gw yang kontroversial (dilihat dari komentar tertulis dan lisan yang ditujukan kepada gw atas postingan tersebut).
Dari contoh yang gw kasi diatas, engga ada yang bakal dibahas kali ini, rada sensitif dude! he3.. Gw cuma mau klarifikasi tentang ’serangan-serangan’ yang cukup gencar belakangan ini yang diarahkan langsung ke personal gw berkaitan dengan postingan blog yang "menikah muda". Sumpah, gw senang bukan main ketika ada yang ngajak debat atau diskusi tentang hal ini..jadi the debates are opened forever guys.. it stops by the time you go into a reunion in your age at 50..
Walaupun judulnya blog seperti demikian diatas, semua justru mempertanyakan hal lain yaitu : kenapa wanita diharuskan tinggal dirumah ? Damn! Girl you just too sensitive ! Terlalu banyak tercekoki kapitalis-posmodernisfeminisme yang membuatmu berhalusinasi melihat kata-kata yang dicetak merah tadi di tulisan di atas.
I didnt mention it.. what i did is : "wanita yang berada di rumah mengurus anak" jangan memojokkan gw dong dengan bilang : "kasian banget si istri lo Gus, harus tinggal dirumah.." i have heard this ever since i wrote the post. you got the wrong MOTION babe!! verdammt noch mal! i didnt mention any single word of it! soalnya bisa menurunkan harga gw dipasaran entar, hihihi..
semua pria normal juga mau punya istri yang sukses diluar rumah.. tapi kalo harga yang harus dibayar adalah anak yang ga keurus gimana? well, perhatikan dengan baik-baik ya : definisi sukses disini adalah karir yang sangat bagus, dokter dengan pasien yang banyak sekali, bisnis yang menggurita keseluruh dunia, dll. sampai disini sekali lagi gw engga bilang wanita harus tinggal dirumah ! darn, gw harus selalu ngingetin! hehe
coba liat contoh definisi sukses diatas dong: semuanya memakan dimensi yang bernama waktu.. ketika karirmu cemerlang sudah barang tentu assignment mu ditambah dan otomatis workload bertambah juga, kalo bisnismu ekspansi gede banget kamu harus mikirin gimana cabang baru ga bangkrut.. jangan bilang kalo kamu bakal ngasi quality time yang terbaik buat anak-anak kamu.. because they need also quantity! be rational and logical : cuma ada 23 jam 56 menit sehari dan 7 hari seminggu , Karir yang cemerlang membutuhkan anda stay dikantor sampai jam 10 malam tiap harinya, pada hari jumat dimana besoknya adalah weekend kamu harus rapat sampai dini hari atau subuh untuk mengeksekusi keputusan perusahaan yang krusial dalam minggu itu,trus kamu bilang weekend itu cukup buat anak kamu? Bull! hari sabtu minggu kan ada acara sosial seperti gathering, outbound, nikahnya relasi, tugas kantor keluar kota dan lain-lain! And, Even if u manage in making your weekend free, kmu pikir cukup itu untuk anakmu? gw bales disini, kasian deh.. anakmu! cuma diurus 2 hari dalam seminggu, ga cukup! bayangkan kompetisi dizaman anakmu nanti ,berapa miliar orang berkompetisi nantinya (globalisasi!), anakmu bakal butuh supermom! kamu punya bisnis yang gede banget? jangan tanya! butuh lebih dari 24 jam sehari..No WEEKENDS at all..
Tapi, kalo diluar rumah karir dan bisnis mu biasa2 aja ya gapapa sih (jadi bisa punya banyak waktu dirumah).. tapi kan jadi keluar konteks blog ini (lagipula yang ‘nyerang’ gw kayanya ga ada yang mau jadi biasa-biasa aja diluar rumah hi3..).. semua bilang ingin sukses diluar rumah.. you yourself define it ladies..
Jadi,gw cuma mau klarifikasi bahwa gw justru memikirkan sebuah konsep dimana sang perempuan bebas berkarya di luar rumah namun tetap berkolaborasi dengan suaminya dengan seOptimal mungkin untuk mendidik anak-anak mereka sebaik mungkin.Dicari win-win solutionnya kan boleh? Jutaan profesi memungkinkan hal tersebut terjadi (baca blog gw itu ya kalo sempet).
Ada yang bilang gw menulis dengan segala keegoisan dan keangkuhan lelaki. Baca ulang blog ini! Ga ada yang gw kaitkan dengan suami atau seorang bapak ! Gw selalu mengaitkannya dengan anak.. jadi tolong pikirkan baik-baik masa depan anakmu! kalo kamu ga mau punya anak ya habis perkara..
oia, satu hal yang cukup lucu. penyerang-penyerang gw yang menamakan dirinya feminis itu tiba-tiba terdiam ketika gw nanya : ibumu mengurusmu dengan baik tidak? (which means take dominant of her time to raise you ?) jawabannya iya..
what a hypocrite answer.. sarkasnya : kacang lupa ama kulitnya..
Constructive Debates and Discussion are opened guys,kan maw nyari win-win solution, maap banget kalo ada salah-salah kata (banyak kayanya he3..)..
see you in the comments..
September 19th, 2007 at 9:09 pm
Ck..ck..ck,Entah salah atau betul, dirimu sepertinya Sanguinis sekali. Gaya bahasamu itu loh, Mas.Berasa.
Soal wanita-wanita-an yang kamu tulis, saya tidak bisa beri komentar banyak. Mudah-mudahan cukup memuaskan orang-orang yang selalu bertanya dan terjebak dengan pertanyaannya sendiri tentang wanita dan rumah tangga.
Soal ini, saya belajar banyak dari ibu saya.Prinsipnya adalah menikmati karir, bukan meniti karir. Menikmati karir membawa paradigma yang sangat luas.Prestasi yang dicapai saat kita menikmati karir mungkin akan sangat perlahan, tapi sangat terkonsep dan seimbang.
Coba anda bayangkan, ibu saya seorang bidan yang bekerja penuh 23 jam 56 menit dalam sehari dan almost have no weekend. Dan, coba sekarang anda lihat kualitas anak-anak ibu saya.si Sulung hampir jadi dokter, berikutnya jadi ahli komputer dan mulai membangun keamanan finansialnya sendiri, kemudian anak satunya sedang giat berkarya di desain produk ITB, si bungsu aktif di sekolahnya dan memiliki prestasi yang cukup baik. Tak ada yang pernah mencoba narkoba, pandai mengaji, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Maaf, bukan bermaksud pamer, tapi semua itu terbangun karena ibu saya melakukan satu hal, yaitu menikmati karirnya. Jika karir sudah tak terasa nikmat lagi karena keluarga terbengkalai, Mama saya lebih memilih diam sejenak dari karirnya dan memberesi semuanya. Dan tempat untuknya melepas lelah adalah rumah.
Jadi, menurut saya, tidak apa-apa bekerja di luar rumah, tapi kita tetap harus ingat dasar-dasar perjuangan kita. Kalau keluarga bukanlah dasarnya lebih baik berpikir dua kali ketika anda akan menikah. Karena semuanya akan hambar dan tak lebih dari omong kosong belaka.Ketika keluarga menjadi dasarnya, anda pasti tahu apa yang harus anda pilih ketika keadaan memaksa.
Buat standar prestasi sendiri, jangan ikuti standar orang lain. Jika standar orang lain adalah menjadi vice president, anda mungkin cukup jadi manager saja, tapi memiliki anak yang tinggi kualitas akal budinya serta suami yang lembut dan menghormati anda.Jika standar orang lain adalah 20 juta sebulan, anda mungkin cukup dengan 7 juta sebulan, tapi terhibur karena si kecil selalu hangat dan cerdas semakin hari.
Pekerjaan di luar adalah pekerjaan sampingan, pekerjaan sesungguhnya ada dalam rumah. Olah otak anak yang masih mentah selama dia belum terlalu keras, olah hati suami sebelum dia berpaling. Genggam mereka kuat-kuat, karena mereka lebih cepat pergi ketimbang karir anda, karena mereka terlalu berharga dibanding harta anda. Menurut saya, keluarga adalah kekayaan sesungguhnya setelah iman, ilmu, dan amal.